Showing posts with label family. Show all posts

A Story Next Door: Ayah, Jangan Tertawa!



Hari-1.

Ayah, siang ini lagi-lagi matahari mengikutiku ke manapun aku pergi. Bulan dan bintang juga! Jangan-jangan aku ini sebenarnya pemuka angkasa, makanya benda-benda langit mengikutiku terus?

Lho, Ayah kok tertawa? Apa? Cuma perasaanku aja? Eh? Imajinasiku terlalu liar? Ih, Ayah, aku bicara serius, kok!

---

Hari-28.

Ayah, sore ini aku menemukan awan berbentuk kura-kura di langit! Ada beruang, macan, dan lumba-lumba juga! Apa tidak apa-apa hewan berada di langit, Yah? Kalau mereka pup sembarangan, kasihan orang-orang yang di bawah, ya kan?

Ih, Ayah, kok tertawa lagi, sih? Aku kan khawatir. Mr. Smith, guru bahasaku, bilang kita harus bersimpati pada orang-orang dan lingkungan sekitar. Jangan ditertawakan dong, Yah!

---